bisnis

Teknologi Konstruksi Bahan Bangunan Pada Pengembangan Tod

Progres galat satu proyek hunian Jasa Konstruksi Bangunan di Medan TOD

BERITA PROPERTI — Proses perencanaan, rekayasa dan teknologi konstruksi merupakan galat satu pendukung keberhasilan pada pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Guna mendukung pembangunan konstruksi (Infrastruktur & bangunan gedung) pada kawasan TOD yg dibangun secara cepat dan massal/masif, maka wajibdipersiapkan sistem arsitektur/rancang bangun & teknologi konstruksi dan inovasi bahan bangunan, supaya sanggup dihasilkan bangunan yang berJasa Konstruksi Bangunan di Medan kualitas tinggi, efisien & efektif. Hal itu dilakukan baik pada masa konstruksi maupun masapemanfaatan layanan bangunan, dan handal terhadap kemungkinan bencana.

“Dari sisi teknologi, sejauh ini komponen teknologi yang available buat mendukung bangunan TOD di Indonesia umumnya berbasis beton pracetak dan prategang. Hal itu karena teknologi yang dikembangkan sudah mempertahankan aspek kebencanaan dan sustainability sehingga diperoleh biayayang efisien selama masa layan bangunan (Life Cycle Cost) ,” jelas Dr. Hari Nugraha Nurdjaman, pada paparannya pada aktivitas diskusi serial TOD yg diselenggarakan The HUD Institute, pada Jakarta, (13/dua). Industri pracetak & prategang berdasarkan Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak & Prategang Indonesia (IAPPI), siap mendukung pengembangan TOD di Indonesia. Teknologi ini poly dikembangkan & dipakai dalam acara percepatan pembangunan infrastruktur dalam kurun ketika 4 tahun belakangan.

Pada proyek skala akbar, umumnya teknologi pendukung didevelop dari mulai fasa awal proyek agar bisa diset sinkron kebutuhan spesifik & rantai pasoknya terjamin. Karena itu ia meminta agar proyek-proyek spesifik segera dipengaruhi lokasi dan jadwalnya supaya dapat mempropose teknologi yang cocok dan penyiapan fasilitas produksi, peralatan, & sumber daya manusia.

I Wayan Sengara, Ahli Rekayasa keGempaan Indonesia menurut Institut Teknologi Bandung (ITB), pada kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya Aplikasi Hasil Riset & Inovasi Disain dan Konstruksi dalam pengembangan TOD. “Mengingat daerah DKI Jakarta & sekitarnnya berpotensi terkena gempa dan collateral hazardnya dan berpotensi terjadi kerusakan & kegagalan bangunan/infrastruktur bila Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tidak dilakukan secara berkelanjutan. Menurunkan kerentanan bangunan/infrastuktur adalah sebagai tugas Pemerintah & Masyarakat Profesi buat PRB gempa. PRB gempa ini hendaknya pula menjadi prioritas pada APBN Indonesia,” harapnya. Tantangan dan tuntutan buat mewujudkan kualitas bangunan /infrastruktur yg optimum pada aspek keselamatan (safety) dan penghematan biaya(cost effectiveness) dalam konstruksi adalah dua aspek yang selalu perlu diperjuangkan.  “PRB perlu ditingkatkan dan diprioritaskan pada aspek: riset dan pengembangan, pendidikan & training, penguatan kapasitas institusional, hukum, baku nasional, & anggaran-anggaran bidangbidang terkait,” pungkasnya.

Zulfi Syarif Koto, Ketua Umum The HUD Institute berharap pemangku kepentingan pada pengembangan TOD mampu mengidentifikasi Sistem teknik (arsitektur/ rancang bangun), teknologi & komponen/bahan bangunan strategis agar terwujud pembangunan kawasan tod yg efisien, layak teknis dan berkelanjutan. “Diskusi ini mengusulkan beberapa arah kebijakan. Diantaranya; pendayagunaan teknologi rancang bangun, Kebijakan penerapan teknologi dan metoda dan rekayasa konstruksi pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada pembangunan kawasan TOD. Serta taktik peningkatan kapasitas industri konstruksi nasional & industri bahan bangunan pada merespon permintaan pembangunan tempat TOD di masa mendatang,” katanya.

Pembicara lain yang tampil dalam kesempatan itu diantaranya: Dr. Syarif Burhanuddin, (Dirjen Bina Konstruksi – Kemen PUPR), Dr. Khalawi Abdul Hamid (Dirjen Penyediaan Perumahan– Kemen PUPR), Prof. Suhono Harso Supangkat (Guru Besar Informatika STEI ITB/ Komisaris PT. KAI), Ir. Deded Permadi Sjamsudin, M.Eng.Sc Kapus Jalan dan Jembatan, Balitbang – Kemen PUPR), Prof. Arief Sabaruddin, CES (Kapus Litbang Perkim, Balitbang – Kemen PUPR), Dr. Ir. Fadrinsyah Anwar, MBA (Kapus Litbang Perhubungan Darat & Perkeretaapian, Balitbang – Kemenhub) dan Yan Sibarang Tandiele (Kapus Strandarisasi Industri, Balitbang -Kemen Perindusterian).

%d bloggers like this: