Kesehatan

Mengenal Beberapa Jenis Alat Defibrillator

jenis defibrillator

Defibrillator merupakan perangkat medis yang sangat penting dalam penunjang pelayanan medis. Tidak hanya di rumah sakit, alat ini digunakan di berbagai tempat. Di negara – negara eropa alat ini banyak ditempatkan di tempat – tempat umum seperti di bandara, di perguruan tinggi, di mal dan di tempat layanan publik lainnya. Tahukah anda apa itu Defibrillator ? 

Defibrillator disebut juga alat kejut jantung. Yaitu alat yang digunakan untuk mengejutkan jantung dengan menggunakan sengatan listrik. Terdengar cukup mengerikan. Namun inilah pengobatan teknologi modern dimana kita tidak pernah tahu penemuan – penemuan abad ini. Memang benar adanya. Kali ini kita tidak akan membahas bagaimana bisa sengatan listrik dapat menolong nyawa manusia. Kita akan bahas beberapa jenis alat defibrillator yang banyak digunakan saat ini. 

Mengenal Beberapa Jenis Defibrillator 

Artikel ini tentunya bukan untuk anda yang awam. Namun untuk anda yang sudah mengenal sedikit tentang alat ini. Hanya sekedar untuk berbagi informasi alat – alat kesehatan. 

1# Defibrillator External Manual

Ada dua kategori alat defibrillator didasarkan pada penggunaanya yaitu internal dan eksternal. Defibrillator manual yang dimaksud di sini adalah yang bersifat eksternal atau digunakan diluar jantung. Yaitu ditempelkan pada dada pasien. Dikatakan sebagai defibrillator manual karena ada beberapa mode yang dilakukan secara manual yaitu mode pemilihan jumlah energi yang akan disalurkan. Pemilihan energi ini harus dilakukan berdasarkan analisa grafik EKG dan ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Jenis Defibrillator ini dipergunakan di rumah sakit dan klinik oleh para tenaga medis yang telah berpengalaman. 

2# Defibrillator Otomatis (External)

Berbeda dengan defibrillator manual. Meskipun sama – sama digunakan pada external tubuh pasien. Namun cara kerja defibrillator ini bekerja secara otomatis. Alat ini sering disebut dengan istilah AED (Automated External Defibrillator). Alat ini pada dasarnya dapat digunakan juga di rumah sakit. Namun secara tujuan penggunaanya adalah dirancang untuk kebutuhan umum. Defibrillator ini memiliki sistem otomatis yaitu melakukan deteksi aritma secara otomatis. Dan nantinya akan memberikan kejutan listrik secara otomatis dengan besaran yang telah dikalkulasi secara otomatis berdasarkan analisa yang dilakukan alat tersebut. AED memang diperuntukan bagi siapapun yang menggunakannya. Mereka hanya perlu memasang Pads pada pasien kemudian jangan menyentuhnya ketika AED akan memulai memberikan kejutannya. Di Indonesia alat ini masih jarang kita temukan di tempat umum. Hal ini mungkin karena harga AED di Indonesia masih sangat mahal. 

3# – Defibrillator Internal Manual

Sama seperti defibrillator manual external. Digunakan secara manual dengan memilih jumlah energi yang akan diberikan. Perbedaannya terletak pada penggunaanya. Defibrillator ini digunakan secara langsung pada jantung dalam kondisi terbuka. Atau ditempelkan langsung pada jantung. Memang alat ini digunakan secara khusus pada kasus operasi jantung. Contohnya pada transplantasi jantung. Defibrillator digunakan untuk membuat kondisi jantung yang dioperasi menjadi bergetar secara normal. 

Ada satu jenis lagi yang mungkin anda juga sudah mengetahuinya, yaitu defibrillator internal otomatis. Disebut alat pacu jantung otomatis. Alat ini dipasang secara implant di dalam organ. Alat ini akan bekerja memacu ketika kondisi pasien drop yang ditandai dengan aritma yang tidak normal. Secara otomatis alat ini kemudian akan bekerja untuk memberikan sengatan listrik pada pasien.

%d bloggers like this: